The power of Honesty

                                                                                                                                  December 4, 2016 

             
 Hampir semua orang mengira itu gampang, setelah kuliah aku ingin menjadi ini dan menjadi itu, sebenarnya itu tidak menjadi masalah apalagi dalam hal untuk menentukan tujuan dan pencapaian dalam hidup kita. Pada sampai di titik itu tanpa disadari “Aku telah berada disini” Dimana Aku menggantungkan segala pencapaian dan tujuan itu. Lalu…? Iya lalu apa?


            Aku menggebuh-gebuh. Semangat itu belum redup, dengan tekad dan doa tidak terlupakan pula segala kelemahan diri berupa keluhan di hari yang tak berdosa Akupun berhasil mendapatkan pencapaian itu. Prosesnya tidak semudah yang Aku pikirkan, ini menyangkut segala aspek dalam kehidupan. Dimana sekarang kenyamanan harus Aku singkirkan dengan kerja keras, dimana kerja keras itu harus Aku lakukan dengan ketulusan didalamnya, dimana ketulusan itu yang akan menjadi berkah, dan berkah itulah yang akan menjadi kebahagiaanKu, kebahagiaan yang akan mengantarkanKu kepada kenyamanan yang pernah hilang.


           Oh Gosh! It’s not only about money. Tetapi ini tentang sumpah yang telah kita ucapkan dalam diri, Kepercayaan yang telah diberi, Investasi dari orang terkasih yang harus Aku bayar kembali bahkan lebih, serta bagaimana kita menjadi manusia yang lebih berguna dari waktu ke waktu.


               Semakin Aku masuk kedalamnya, semakin Aku kehilangan arah, semakin Aku tidak tau apa yang sekarang Aku lakukan, apakah ini memang benar yang Aku inginkan? Atau prioritas utama adalah apa yang Aku butuhkan? Setelah Aku mendapatkan ini lalu…. Lalu apa selanjutnya? Aku mencoba untuk membuat rencana jangka panjangku. LDL, Aku ragu apakah ini hanya perkataan belaka dan akan berubah suatu saat nanti. Aku benci ketidakpastian. Padahal selama ini kita hidup dalam ketidakpastian. Hmm Forget bout that, yang terpenting dan harus Aku lakukan hanyalah terus berusaha dan jangan takut mencoba.


             Seperti yang telah Aku kutip sebelum-sebelumnya Kita harus terus dan selalu belajar dari hari kemarin yang kurang pantas setidaknya untuk menghapus sesal yang akan datang karena Sekarang itu milik kita dan ada hal-hal baru setiap harinya yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup untuk menyambut masa depan kita yang masih suci tak bernoda.

            Terkadang hidup tidak semudah apa yang telah kita ucapkan, kita bisa saja berencana tetapi tetap saja Tuhan yang menentukan semuanya. Yakinilah satu hal apa yang sekarang terjadi setelah berdoa dan berusaha tak akan ada sesal terucap inilah Jalan terbaik yang Tuhan berikan.

0 komentar:

Posting Komentar