Hari yang seharusnya bahagia ini pada pesta pertunangan Okta dan Dina menjadi pesta pembuka skaligus penutup kisah cinta mereka....

    Okta sangat bahagia akan peristiwa hari ini yakni pertunangannya bersama kekasihnya Dina, ia menerima tamu dengan senyuman bermakna dari bibirnya. keluarga,teman,sahabat,beserta rekan kerja Okta dan Dina hadir pada tunangan itu. tetapi tampaknya Dina tak muncul-muncul juga. Okta tetap sibuk menerima tamu dan pada akhirnya Riri sahabat Dinapun menyadari bahwa mengapa Dina belum kelihatan dari tadi? dan Riripun menanyakan keberadaan Dina kepada Okta. lalu Oktapun sadar bahwa calon istrinya itu belum muncul dari tadi untuk mendampingi skaligus merayakan acara intinya yaitu bertunangan. Okta naik kelantai dua untuk melihat apa yang calon istrinya lakukan sehingga belum turun dari tadi untuk ikut sekedar meramaikan pestanya yg segera dimulai.
sesampainya Okta dilantai dua ternyata Dina sudah tergeletak di lantai dengan darah yang keluar dari hidungnya. Okta terkejut melihatnya ia sangat shock dan berteriak minta tolong. lalu semua tamu yang menghadiri pesta lalu naik ke lantai dua untuk melihat peristiwa yang terjadi di atas. Okta lalu menggendonya dengan wajah panik dan membawanya ke rumah sakit.
sesampainya disana setelah Dina ditangani iapun dibawa dikamar untuk segera di istirahatkan dan menunggu kesadarannya pulih kembali.Dina terus memanggil nama Dika.. Okta bingung siapa itu Dika? ia semakin panik dan terus memegang tangan kanan Dina sampai akhirnya ia melihat bahwa Dina memegang buku harian yang sangat tebal pada tangan kirinya. Dibacanya buku itu oleh calon suaminya dibuku itu penuh dengan catatan keseharian Dina skaligus isi curhatannya dan Okta kaget disaat ia melihat isi curhatannya tentang penyakit kanker yang sudah lama ia derita, dan ia terus membacanya pada halaman berikutnya ia menuliskan sosok orang yang pernah singgah di hatinya dan yaah! orang itu bernama Dika....
Oktapun semakin penasaran siapa orang itu dan kenapa Dina memegang buku hariannya itu pada saat pesta pertunangan mereka. Okta bingung dengan Dika, siapakah dia? dan akhirnya ia memutuskan untuk mencari Dika. Siapa tau dengan adanya Dika calon istrinya itu akan sadar.
Okta sudah mendapatkan informasi tentang Dika dan ia bertekad untuk mengunjungi rumah Dika.
sesampainya ia disana ia langsung mengetuk pintu dan seorang wanita dengan wajah heran membuka pintunya dan bertanya "cari siapa yah?" Oktapun langsung menjawab "Dika! apa betul ini rumahnya Dika?" wanita tersebut langsung menjawab "ya,saya istrinya" ternyata Dika sudah memiliki istri.... dan setelah itu Oktapun dipersilahkan masuk. dan setelah Okta bertemu dengan Dika dan berbicara empat mata bersamanya iapun tau siapakah Dika sebenarnya pada masa lalau Dina. Ia adalah teman dekat Dina waktu SMA., Okta menjelaskan semua isi diary Dina dan Dika tidak tahu tentang hal itu bahwa ternyata Dina menyukainya pada waktu masa putih abu-abu. istrinya mendengar segala pembicaraan dari balik gorden iapun cemas lalu memotong pembicaraan itu "sudah! jangan ganggu Dika lagi dia sudah memiliki istri" Oktapun berkata "saya tidak mengganggu suami anda hanya saja saya khawatir dengan kondsisi calon istri saya di rumah sakit saya hanya ingin melakukan yang terbaik buat dia, posisi kita sama disini saya mohon tolong bantu kesadaran istri saya" dan Dika menjadi penengah diantara mereka ia berusaha menjelaskannya kepada istrinya dan memutuskan untuk ikut bersama Okta membantunya dalam kesadaran Dina....
sesampainya ia dirumah sakit Okta memberikan waktu berdua untuk Dina dan Dika disitu keadaan Dina belum sadar. Dikapun memegang tangan Dina dan berbicara seolah Dina telah sadar air matanya jatuh karena ternyata.... Dika masih menyimpan perasaan yang sangat dalam kepada Dina ia begitu menyesal pernah menghilang tiba-tiba dari kehidupan Dina. dan beberapa menit kemudian... monitor menandakan keadaan Dina semakin kritis Dikapun memanggil dokter dan calon suaminya Dokter sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi hasilnya... Dina telah tiada dia hanya ada kenangan yang tersimpan di buku hariannya itu... selamat tinggal Dina dan Selamat tinggal masa lalu....

Flashback..


    Masa SMA yang begitu indah terjadi pada seorang gadis yang bernama Dina. ia sangat bahagia memiliki teman banyak dan sahabat yang selalu ada untuknya, suatu hari ia melihat sosok lelaki yang terlihat keren sedang bermain basket di halaman sekolah. ia lalu memandang sosok lelaki itu, Dika namanya seorang lelaki yang populer disekolah, pintar, dan sangat jago bermain basket. Waktupun terus berjalan Dina dan Dika kini semakin dekat. Dina menyimpan rasa yang begitu dalam kepada Dika, tetapi apakah perasaan yang dimiliki Dina sama dengan Dika? hmm... tidak ada yang tau jawabannya. setelah ujuan akhir sekolah diadakan Dika mengajak Dina untuk pergi ke suatu tempat yang menurut Dika itulah tempat favoritnya. Dina sangat senang karena ia berpkir bahwa ada sesuatu dibalik ajakan Dika tersebut.
Setelah ujian....Dika dan Dina pergi ke tempat favorit Dika, disana mereka hanya berdiam-diaman saja, padahal Dina berharap keluar kata-kata yang selama ini dia tunggu dari mulut Dika tetapi telah beberapa menit berlalu tak ada suara yang terdengar dari kedua orang ini, dan akhirnya muncul sesuatu di benak Dina ia bertekad untuk menyatakan perasaannya duluan, Oh my god dia bingung dan berpikir dia adalah seorang wanita tak sepantasnya menyatakan hal itu duluan tetapi inikan moment yang sangat pas! dan Dinapun memutuskan kalau ia lebih baik memendamnya saja. dan akhirnya Dina pulang dengan hasil yang kosong.
Beberapa minggu kemudian hasil kelulusan sudah ada saat disekolah Dina bahagia karena ia lulus dan iapun ingin membagi kebahagiaannya itu bersama Dika tetapi...disitu ia tidak melihat Dika, dan tidak akan pernah melihatnya lagi....

       " Jika moment itu telah datang.. katakanlah apa yang ingin kau katakan karena jika moment itu sudah pergi ia tidak akan pernah kembali lagi dan kau akan menyesal"