Siapa yang bisa tahu akan masa depan
Siapa yang bisa mengetahui bahwa sekelompok orang tersebut menyukai kita?
Siapa yang bisa tahu bahwa ternyata benih yang engkau tanam tak di petik bahkan mungkin ada yang tak berbuah...

Akulah yang memiliki hati
Tetapi Aku bukan pencipta hati
Aku tidak berhak mengendalikan apa yang akan dirasakan

Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup, dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia.
Rasanya percuma menjelaskan
Iya, percuma untuk menjelaskan tentang diri kita kepada siapaun itu, karena yang menyukai kita tidak butuh itu dan yang membenci kita tidak percaya itu (Ali bin Abi Thalib).

Hanya ingin yang tertuju mendapatkan pesan saja.
bahwa sesuatu hal yang terjadi pasti memiliki alasan.
dan cukup yang pemilik hati saja yang merasakannya karena begitulah hakikatnya.

Aku membiarkannya mengalir
Bukan karena diriku acuh tak acuh
Aku membiarkannya mengalir karena naluri yang membawanya

Silahkan tumbuh...
Aku dan diriku
Bukan hama yang ingin merusak akar yang telah ditanam.








Tidak peduli apapun itu di ujung sana lagi dan lagi, Kau hanya akan  menemukan sosok wanita kelabu itu, wanita yang sedang bingung dengan segala aspek kehidupannya, dia terlihat seseorang yang kehilangan arah dan terjebak dalam angan-angannya, dia merasa kehidupannya sangat kelam, dilain hari dia merasa kehidupannya begitu hebat dan pada akhirnya dia merasa telah dipermainkan oleh waktu.
Dia berbicara dengan sosok manusia ilusi yang berada di depannya dan berkata 
“Apakah tujuan hidup ini sebenarnya?”
Ada beberapa orang yang hanya sibuk untuk mendapatkan apa yang ia inginkan di dunia ini tanpa sekalipun mengetahui apa sebenarnya tujuan dari hidup ini, kehidupan ini penuh teka-teki bagi wanita itu
Manusia Ilusi pun tersenyum dan menjawab “Hai wanita kelabu, dirimulah jawabannya”
Wanita kelabu pun terduduk lemas dan mengatakan “Aku merasa kalah dalam pertempuran ini, Aku gengsi mengakui semuanya, Aku hanya manusia biasa, Aku selalu mengharap orang lain akan mengerti tetapi ternyata tidak, Aku selalu berusaha untuk mencari kebahagiaan dan kenyamanan dalam kesendirianku, tetapi yang kudapatkan hanyalah kesepian didalamnya, bantu aku manusia ilusi, aku sudah kehilangan arah pada saat ini” air mata wanita kelabupun mengalir deras.
Manusia Ilusi pun menjawab dengan senyuman yang lebih lebar “Benar, saat ini kau merasa kesepian, tetapi wahai wanita kelabu… satu yang harus kau ingat bahwa semua kesedihanmu ini hanya sementara, Kau harus lebih banyak bersyukur, dan kenali lah lebih dalam lagi dirimu sebenarnya, kau memang hanya manusia biasa tetapi kau akan menjadi manusia luar biasa jika bisa melewati ini semua, Aku akan selalu berada disampingmu dan tidak akan meninggalkanmu jadi hilangkan segala kesedihanmu itu"
Wanita kelabu membasuh air matanya sendiri dan mulai tampak lengkungan bulan sabit di sudut bibirnya “terimakasih manusia Ilusi sudah selalu memberikanku lampu dalam jalan yang gelap ini, kita tidak akan terpisahkan, sampai kapanpun itu karena kita saling melengkapi. Aku Janji” :')

                                                                                                                                  December 4, 2016 

             
 Hampir semua orang mengira itu gampang, setelah kuliah aku ingin menjadi ini dan menjadi itu, sebenarnya itu tidak menjadi masalah apalagi dalam hal untuk menentukan tujuan dan pencapaian dalam hidup kita. Pada sampai di titik itu tanpa disadari “Aku telah berada disini” Dimana Aku menggantungkan segala pencapaian dan tujuan itu. Lalu…? Iya lalu apa?


            Aku menggebuh-gebuh. Semangat itu belum redup, dengan tekad dan doa tidak terlupakan pula segala kelemahan diri berupa keluhan di hari yang tak berdosa Akupun berhasil mendapatkan pencapaian itu. Prosesnya tidak semudah yang Aku pikirkan, ini menyangkut segala aspek dalam kehidupan. Dimana sekarang kenyamanan harus Aku singkirkan dengan kerja keras, dimana kerja keras itu harus Aku lakukan dengan ketulusan didalamnya, dimana ketulusan itu yang akan menjadi berkah, dan berkah itulah yang akan menjadi kebahagiaanKu, kebahagiaan yang akan mengantarkanKu kepada kenyamanan yang pernah hilang.


           Oh Gosh! It’s not only about money. Tetapi ini tentang sumpah yang telah kita ucapkan dalam diri, Kepercayaan yang telah diberi, Investasi dari orang terkasih yang harus Aku bayar kembali bahkan lebih, serta bagaimana kita menjadi manusia yang lebih berguna dari waktu ke waktu.


               Semakin Aku masuk kedalamnya, semakin Aku kehilangan arah, semakin Aku tidak tau apa yang sekarang Aku lakukan, apakah ini memang benar yang Aku inginkan? Atau prioritas utama adalah apa yang Aku butuhkan? Setelah Aku mendapatkan ini lalu…. Lalu apa selanjutnya? Aku mencoba untuk membuat rencana jangka panjangku. LDL, Aku ragu apakah ini hanya perkataan belaka dan akan berubah suatu saat nanti. Aku benci ketidakpastian. Padahal selama ini kita hidup dalam ketidakpastian. Hmm Forget bout that, yang terpenting dan harus Aku lakukan hanyalah terus berusaha dan jangan takut mencoba.


             Seperti yang telah Aku kutip sebelum-sebelumnya Kita harus terus dan selalu belajar dari hari kemarin yang kurang pantas setidaknya untuk menghapus sesal yang akan datang karena Sekarang itu milik kita dan ada hal-hal baru setiap harinya yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup untuk menyambut masa depan kita yang masih suci tak bernoda.

            Terkadang hidup tidak semudah apa yang telah kita ucapkan, kita bisa saja berencana tetapi tetap saja Tuhan yang menentukan semuanya. Yakinilah satu hal apa yang sekarang terjadi setelah berdoa dan berusaha tak akan ada sesal terucap inilah Jalan terbaik yang Tuhan berikan.
Okay firstly let me think...
I just want to make it more clearly. Honestly, there are two things that cause the ambiguity in my mind, okay... sounds like drama but the fact is I'm fucking facing it now. talk about the frequently of  something; something like relationship? Okay more specifically like You and Me.

The problem is Time, You or even I? 
I don't know but it so complicated to me, I just always stuck of this thought; it's just a feeling? or i just was wondering for a while?. Unfortunately, I just being a secret admirer for the second time sounds cowardly and it sucks you know. 

Regret?
the answer is both Yes and No. I can't handle this feeling, I admit it and actually I know the answer even if i'm not asking. But, if you know something is going to end badly, could you stop it while it is still running beautifully? 

Am I wrong? No. Blame you? Oh I'm not 
Time... I know you always right and I know at the end of this story it depends on me and yeah of course the object who in my story as well. But... would you tell me the right side on you? this is about when and always when, this is about you and when, and this is about when the right time comes to say it all? 




Pada hari itu kehangatan dari sang surya hilang dalam sekejap  
Digantikan dengan kehadiran suatu rasa yang belum terungkap
Saya paling suka momen ini,  momen dimana mata saling menatap
Dan bibir yang tak henti-hentinya berucap 

Satu mangkuk es salju yang lembut habis tersantap 
Dengan lima makhluk lapar yang tak bersayap
Ini tentang aku dan sahabatku yang tidak pernah akan siap
Untuk berpisah dan tidak akan pernah berhenti untuk berharap 









Aku menyebutnya dengan nama secangkir coklat yang sempurna 
Tanpa berpikir lebih panjang aku menghirup aroma yang luar biasa 
Ini sangat pas. indra perasa tidak akan berbohong untuk kenikmatannya
Di iringi dengan suara hujan dan suara dari sahabatku yang sedang tertawa
Sejenak aku berpikir bahwa...
Betapa besar nikmat yang telah diberikan-Nya 
Aku bahagia 
Tuhan... Aku bahagia 
Dan aku ingin hati ini terus bahagia
Dengan semua tawa, cinta, kasih yang ada 
Dengan segala harapan yang takkan hilang adanya