Aku dulu masih polos sebelum musim penghujan di bulan november... dia datang ... Membawa warna menawarkan nirwana
Aku melihatnya, inginku menyapa tetapi apalah daya dia pergi begitu saja
Kadang menyesal kenapa terlalu malu kadang berpikir apakah aku cuma jadi benalu..
Kalau di ingat lagi
Betapa bodohnya diri ini....
Setiap hari  hanya berbicara tentang pagi kadang juga tentang mimpi hingga malam menanti sampai bertemu pagi... Lagi dan lagi
Lagi dan lagi... Esoknya terulang lagi, aku melihat dia sang pujangga hati, bagi dia pulang cepat menjadi kebiasaan diri
Kebiasaan diri yg akhirnya disesali, kalau bisa terulang lagi akan kusapa di setiap hari untuk berbicara dari hati ke hati
November saat itu... Sekarang hanya menjadi kenangan, tetap disimpan, tidak juga dilupakan
Dan akhirnya aku sadar kalau waktu hanya sekedar hitungan yg berputar kekal dikehampaan bersama perasaan yg tertahan oleh keadaan..

-November penghujan-
Weekend...
Seharusnya ini adalah hari yang saya nantikan setelah melewati lelahnya 5 hari awal memasuki kuliah tetapi ternyata ini tidak seperti yang saya kira. Saya mengakui bahwa memang tidak ada satupun orang yang mengatakan bahwa "saya akan mengetahui apa yang terjadi esok" karena kita tau hanya Tuhan yang berhak akan kalimat tersebut. Saya sadar kemarin terlalu berlebihan untuk memperkirakan semuanya akan baik-baik saja. Saya meraskan De Javu Berlebihan? oh No! i mean... ini terulang lagi, dimana saya sendiri terbaring lemah di pulau kapuk dan tidak bisa berbuat apa-apa, dan pada waktu inilah saya memutuskan bahwa ada hal yang lebih menakutkan daripada sendiri, yaitu merasa kesepian. Saya sangat suka sendiri; mendengarkan lagu, nonton kdrama, baca novel, tetapi kesepian ini membuat saya tidak bisa melakukan hal itu semua. Mungkin... ini bisa dibilang ada problematika di dalam hati saya yang membuat pikiran saya memfokuskan semuanya ke titik tersebut, yang membuat saya menjadi orang "terkasihan di dunia" yang membuat saya sendiri tapi tidak menyenangkan, yang membuat saya menjadi berpikir... tidak ada lagi orang yang saya ingin  saya percayai kecuali orang yang selalu ada disaat saya seperti ini, i just wanna say thankyou mom for always ask me "are you okay there?" and big thanks kaka who always support me although you far from me now, for my self thanks for always survive for all bad conditions, and big Thank to Allah who always listen my story when no one want to listen :')