Aku dulu masih polos sebelum musim penghujan di bulan november... dia datang ... Membawa warna menawarkan nirwana
Aku melihatnya, inginku menyapa tetapi apalah daya dia pergi begitu saja
Kadang menyesal kenapa terlalu malu kadang berpikir apakah aku cuma jadi benalu..
Kalau di ingat lagi
Betapa bodohnya diri ini....
Setiap hari hanya berbicara tentang pagi kadang juga tentang mimpi hingga malam menanti sampai bertemu pagi... Lagi dan lagi
Lagi dan lagi... Esoknya terulang lagi, aku melihat dia sang pujangga hati, bagi dia pulang cepat menjadi kebiasaan diri
Kebiasaan diri yg akhirnya disesali, kalau bisa terulang lagi akan kusapa di setiap hari untuk berbicara dari hati ke hati
November saat itu... Sekarang hanya menjadi kenangan, tetap disimpan, tidak juga dilupakan
Dan akhirnya aku sadar kalau waktu hanya sekedar hitungan yg berputar kekal dikehampaan bersama perasaan yg tertahan oleh keadaan..
-November penghujan-
Aku melihatnya, inginku menyapa tetapi apalah daya dia pergi begitu saja
Kadang menyesal kenapa terlalu malu kadang berpikir apakah aku cuma jadi benalu..
Kalau di ingat lagi
Betapa bodohnya diri ini....
Setiap hari hanya berbicara tentang pagi kadang juga tentang mimpi hingga malam menanti sampai bertemu pagi... Lagi dan lagi
Lagi dan lagi... Esoknya terulang lagi, aku melihat dia sang pujangga hati, bagi dia pulang cepat menjadi kebiasaan diri
Kebiasaan diri yg akhirnya disesali, kalau bisa terulang lagi akan kusapa di setiap hari untuk berbicara dari hati ke hati
November saat itu... Sekarang hanya menjadi kenangan, tetap disimpan, tidak juga dilupakan
Dan akhirnya aku sadar kalau waktu hanya sekedar hitungan yg berputar kekal dikehampaan bersama perasaan yg tertahan oleh keadaan..
-November penghujan-